Emak..begitulah aku memanggilnya sejak kecil.Nggak peduli dulu teman2ku mengatakan itu sebuah panggilan yang terkesan ndeso..bagiku sosoknya tidaklah sendeso panggilannya.Bagiku beliau adalah malaikat yang dititipkan Allah untuk menjaga,merawat,membesarkan aku di dunia ini.
Aku tidak pernah ingat,atau tepatnya tidak pernah merasa dan tahu,betapa emak dulu sering terjaga di tengah malam hanya untuk meredakan tangisku ,atau hanya untuk mengganti popokku yang basah karena aku dengan kurang ajar kencing di tempat tidur,padahal kamar mandi sudah dibuatkan oleh bapakku.Aku juga tidak pernah ingat lagi,bahwa emak dulu selalu khawatir bila badanku panas,dan aku menangis tak kunjung henti.Tanpa tidur emak selalu menggendong aku dengan bahasa kasih seorang ibu sampai aku kembali terlelap,tanpa pernah merasa berdosa telah merusak mimpi indah emak.Berjam-jam emak selalu ada di sampingku,hanya untuk memastikan aku tetap merasa nyaman dalam sakitku.Emak tidak pernah berharap ada slip gaji dari siapapun untuk semua pengorbanannya,emak juga tidak pernah menghitung berapa jam yang sudah lewat untuk setiap tangisku,bahkan emak tidak pernah mengadu kepada siapapun untuk semua "penderitaanya" itu.Baginya tidak kata mengeluh untukku,selama aku bisa tersenyum selama itu pula apapun akan diberikan dan dilakukan oleh emak
Namun aku masih ingat..di waktu aku masih kecil dan lucu2nya aku pernah sakit panas hanya karena pengen di belikan kaos bergambar Unyil.Tanpa pernah marah,tanpa pernah mengeluh emak diam2 berusaha secepatnya menjual gabah hasil kerjanya sepanjang hari di tengah panas matahari hanya untuk menuruti keinginan seorang bocah yang sebenarnya jika tidak di turutipun dunia ga bakalan kiamat.Unyil pun ga bakal tahu bahwa ada salah satu penggemarnya yang terkena sindrom Unyilmania akut,kalaupun tahu,yakinlah dia tidak akan pernah merasa terharu apalagi sampai menangis,karena unyil bertempat tinggal nun jauh disana,dan dia hanya sebuah boneka.
Tapi itulah bahasa kasih sayang seorang ibu,betapa Allah menciptakan perasaan itu begitu sempurna,tanpa cacat dan tanpa cela.Terkadang sampai menembus batas2 logika awam.
Beranjak besar sedikit aku juga masih ingat..lagi2 aku sakit panas,dan menangis meraung-raung seperti macan yang kakinya kejepit pintu,tahukah kawan kenapa aku menangis se histeris itu?Ya,lagi2 aku pengen dibelikan kaos,kali ini yang bergambar robot.Lagi2 kaos menjadi biang kerok dan kembali menyusahkan emak.Tapi emak tidak pernah protes ke pemilik toko kaos,lebih2 ke pabrik kaos karena produknya kembali membuatnya kalang kabut.
Aku masih ingat,saat itu aku masih TK.Setelah mengumpulkan uang dari hasil kerja sebagai pembantu,emak mengantarku ke toko Gajah Mada di Lumajang untuk membelikanku kaos bergambar robot.Dengan uang sebesar Rp 4750,emak berhasil membuat sakit panasku mereda dan menutup mulutku dari raungan yang memekakkan telinga orang sekelilingku(kecuali emakku tentunya).Beranjak dewasa baru aku tahu betapa uang Rp 4750 saat itu sangat besar nilainya.Tapi buat emak,tidak ada yang namanya perhitungan nominal dari rupiah,tidak pernah ada kalkulasi untung rugi bila itu untuk membuat aku tersenyum.
Akupun tidak pernah merasa lupa bahwa dulu emak sering ku buat manangis karena nakalku yang kadang keterlaluan(kadang atau sering?).Emak sering di panggil ke sekolah hanya untuk mendengar cerita dari guruku tentang kenakalanku yang sering memusingkan guru2ku.Tapi tahukah kawan,apa yang dilakukan emak setelah mendengar cerita horror dari guruku tentang aku?Emak hanya tersenyum,dan lalu tangan lembutnya membelai kepalaku,sambil berkata "emak pulang dulu ya..?"Aku yang masih kecil hanya cengar-cengir saja persis beruk sedang di hakimi raja hutan.
Ah..emak..berapapun meter panjang kertas dan berapapun liter tinta pena yang ada di muka bumi ini rasanya tidak akan pernah cukup untuk menuliskan semua bentuk kasih sayangmu kepadaku.Yang sudah dimulai semenjak aku ada dalam rahimmu,menyiksamu selama 9 bulan dengan keberadaanku,lalu engkau mempertaruhkan satu2nya nyawa yang diberikan Allah swt hanya untuk mengeluarkan aku untuk bertemu dunia.Setelah nyawamu hampir melayang untukku,bukan penyesalan yang kau rasakan tapi kebahagiaan..anehkan?Terimasih mak...Terima kasih Ya Allah..
Dalam kasih sayang seorang emakku,tidak pernah berlaku hukum fisika Isaac Newton III,dimana newton menyatakan bahwa gaya yang di berikan sebuah benda kepada benda lain akan kembali ke benda pertama dengan gaya yang sama besar.
Emak tidak pernah memarahiku meski nakalku sudah kelewatan.Paling emak hanya menangis.Emak paling hanya merasa jengkel,tapi seketika itu pula tangan2 lembutnya merangkulku sambil berkata ".besok jangan di ulangi lagi ya le..?".Meski seharian emak capek dengan pekerjaannya sebagai seorang pembantu,ditambah kebandelan2ku seharian tapi setiap malam emak masih mau menemaniku tidur sambil mendongengkan cerita,sambil sesekali jemari lentiknya membelaiku sampai aku tertidur sambil ngiler tanpa pernah peduli dengan emak yang kembali bekerja.
Itulah emakku kawan..seorang malaikat dalam wujud seorang wanita yang di turunkan oleh Allah swt untukku.Malaikat adalah makhluk Allah swt yang selalu patuh dan taat kepada perintahNya tanpa pernah membantah,protes ataupun komplain.Begitulah emak di mataku,emak tidak pernah protes,membantah ataupun komplain kepada Allah swt atas tugasnya yang maha berat ketika dititipi manusia bernama Hanif Rifa`i.Seribu keburukan yang kulakukan selalu saja kau balas dengan sejuta bahkan trilyunan senyum.
Emak...sekarang engkau terbaring sakit.Selang infus dan kawan setianya yaitu jarum suntik tengah tertancap di kulitmu yang kian renta di makan takdir.Penyakit itu telah berdiam di tubuhmu menjerat ginjalmu sehingga tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya.Sedang aku jauh di sini tidak bisa menemanimu,merawatmu,menjagamu seperti yang pernah engkau lakukan ketika aku kecil dulu.Mungkin jika ada diadakan survey tentang anak paling tolol.kurang ajar,tidak berbakti..bisa dipastikan aku berada di urutan pertama,kedua,ketiga dan seterusnya,semuanya adalah namaku.
Aku sendiri tidak pernah mengenal yang namanya hari ibu,bagiku amat sangat tidak fair sekali jika kasih sayang ibu yang tercurah setiap detik hanya di balas sekali dalam setahun.Itulah mak..jika engkau tahu kasih sayangku dan cintaku kepada engkau tidak akan pernah terhitung waktu selalu ada setiap saat.Meski aku jauh disini tapi sayang dan cintaku mampu menembus jarak,melintasi laut untuk sampai di keningmu
Cepat sembuh ya mak...aku masih ingin mendengar suara lembutmu meski lewat telepon.Bertahan ya mak,yang kuat ya mak?Zafir cucumu sekarang sudah bisa berlari kesana kemari meski kadang sambil sempoyongan,aku ingin melihat suatu saat Zafir berlari ke arah pangkuanmu sambil mulut cadelnya mengucap"..Embah..embah.." lalu memelukmu,aku ingin melihat engkau menggendong Zafir lalu engkau menciumnya
Meski aku sudah dewasa tapi aku masih ingin kau belai seperti dulu mak,aku masih ingin bertemu dengan sosok luar biasa yang telah mengenalkanku kepada dunia..yaitu engkau mak..Tunggu aku pulang ya mak..?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar