Sabtu, 28 Mei 2011

HANYA ANTARA KAU DAN ALLAH SWT

Gedubrak..!! pagi itu temanku datang membuka pintu kamarku.Aku yang masih tertidur lelap langsung meloncat persis kucing kesiram air cucian.Begitu tahu yang mendobrak pintu adalah temanku,aku segera memaklumi kesintingannya.Makhluk satu ini pasti lagi ada masalah,maka segera kubikinkan kopi untuk meredam amarahnya,mumpung belum jendelaku yang ikut di gamparnya.

Aku sendiri segera duduk manis meski muka belum cuci muka (tapi tetap manis kok menurutku),hanya untuk mendengarkankan bencana macam apa yang tengah di alami sobatku satu ini.
"Kau tahu apa yang terjadi semalam nif?",begitulah temanku mengawali luapan amarahnya."nggak"jawabku mantap."Aku selama ini sudah berusaha berbuat baik kepadanya,tapi apa balasannya?".Setelah itu satu demi satu uneg-uneg yang terpendam semalaman,mengalir deras seperti air di selokan yang sudah di bersihkan.

Dia bercerita kepadaku tentang kawannya yang telah lupa kepadanya.Dulu ketika kawannya masih belum punya apa-apa (sebagai kata terhalus untuk miskin),temanku satu ini yang selalu membantunya dengan cucuran darah dan air mata..eh nggak ding,tapi membantunya dengan segenap jiwa dan raga.Dan kini setelah kaya,semua yang pernah ada seperti dilupakan begitu saja,seperti tak pernah terjadi,tak pernah kenal."Sombong sekali dia sekarang nif !,dulu ketika dia butuh aku,aku selalu ada,tapi sekarang jangankan ingat,sama aku seperti tidak kenal!".

Begitulah sebagian bait kemarahan temanku yang diucapkan dengan berapi-api layaknya pidato Hitler membakar semangat pasukannya di medan perang,padahal tanpa dia sadari air liurnya juga beterbangan mengisi cangkir kopi yang kubikinkan tadi..Kubiarkan saja toh dia sendiri yang meminumnya

Peristiwa itu telah terjadi begitu lama,ketika aku masih hidup luntang-lantung membujang.Tapi aku tidak pernah melupakannya.Mengapa? karena setelah itu sandalku juga ikut jadi korban.Sandalku dibawanya pulang karena dia buru-buru ke tempatku memakai sandal yang sudah mau putus.Sehingga ketika ia pulang sandalku jadi korban juga.Aku hanya mengelus dada melihat sandalku sudah nangkring di kakinya.Makanya aku tak pernah lupa,karena temanku itu punya hutang sepasang sandal jepit dan sampai sekarang belum di bayar meski yang sebelah saja .

Kisah tersebut kembali terjadi beberapa waktu lalu,tapi kali ini dengan aktor yang berbeda,tapi skenarionya secara garis besar sama,dengan judul "Air Susu Di Balas Dengan Air Tuba".Berbeda dengan beberapa tahun lalu,aku tidak pernah tahu jawabannya,kini aku yang telah tumbuh menjadi satria baja hitam yang siap membasmi kejahatan di muka bumi ..hush,ngawur!.Betapa waktu telah menyeret dan memaksa jiwaku untuk tumbuh dalam bimbinganNya.

Peristiwa seperti yang dialami temanku sudah jamak terjadi di sekitar kita.Sebagai umat manusia yang heterogen,heterogen pula sikap dan pemikiran kita.Meskipun kita terlahir dari satu manusia,yaitu Adam tapi keMahaluarbiasaan Allah menciptakan manusia dengan beribu karakter dan rupa.Jangankan manusia satu dengan lainnya,kembar identik saja terkadang berbeda pula sifat dan karakternya meskipun mereka berasal dari satu sel telur yang sama.Ini pelajaran pertama sebelum kita masuk ke pelajaran selanjutnya,jadi catat baik-baik ya anak-anak?

Karena itulah seringkali terjadi perbedaan pendapat,kemauan,orientasi dalam hubungan sesama kita,itu sudah menjadi sunnatullah.Ketika kita berbuat baik terhadap orang lain,mungkin saat itu kita tidak berharap apa-apa selain untuk menolong,titik.Bahkan seringkali kita berkata "..aku ikhlas kok..".Tapi apa yang ada di hatimu ketika orang yang sudah engkau tolong kemudian tidak mengucapkan terimakasih?Atau malah ngeloyor pergi?atau malah memaki-maki?

Atau bagaimana dengan cerita salah satu kawanku yang satu lagi,ketika mendapat musibah harta warisannya lenyap di amankan maling.Dan ketika tertangkap malingnya ternyata adalah orang yang sudah bertahun-tahun di tolongnya.Aku sendiri juga pernah mengalami peristiwa seperti yang kuceritakan di awal cerita.Dulu,seperti manusia pada umumnya aku juga merasa marah,jengkel,bahkan tanpa sadar kuungkit semua kebaikanku dan berikrar.."awas kamu kalo butuh bantuanku lagi.."

Sampai suatu saat aku mengalami peristiwa yang memberiku jawabannya.Saat itu seperti biasanya tanggal tua,uang belanja sudah tipis..pis..sedangkan tanggal gajian masih lama.susunya Zafir tinggal sebungkus lagi,mungkin cuma cukup buat 5 hari saja..Aku segera kesana-kemari mencari pinjaman termasuk kepada teman-temanku.Tapi tak satupun mampu memberi pinjaman.Mau pinjam ke IMF juga ga kenal sama direkturnya,malah dengar-dengar direkturnya sedang kena kasus he he he
Saat itulah ada sedikit rasa sesal kepada teman-temanku.Dulu saat mereka butuh aku setiap saat,setiap saat itu pula aku akan berusaha memberi bantuan semampuku,tapi kini ketika aku yang butuh bantuan,tak satupun dari mereka yang sudi menolongku.Itulah penilaianku yang hanya dari satu sisi terhadap teman-tamanku saat itu.

Saat itulah aku mulai menyadari,bahwa hidup itu bukan matematika baku yang dulu sering kupelajari di sekolah.Dimana 1+1=2,dimana setiap satu demi satu kebaikan yang kita tanam pada orang lain,seringkali tanpa kita sadari menjebak kita untuk berharap bahwa suatu saat angka satu tersebut memberi hasil imbal balik kepada kita sesuai dengan apa yang telah kita beri,atau paling tidak mendekati.Paradigma tersebut seringkali menyeret kita ke dalam kekecewaan jika apa yang kita beri tidak kembali kepada kita.Betapa jargon dari budaya Barat Take and Give seringkali meracuni kita akan maknanya

Mungkin pemikiran tersebut sudah ngendon di alam bawah sadar kita semenjak kita kecil.Dan tanpa kita sadar akan membawa kita dalam sebuah perspektif yang berbeda tentang hubungan sosial sesama manusia.Padahal tidak seharusnya hubungan sesama manusia hanya di pandang dengan sebuah perhitungan yang sempit seperti itu,karena terlalu banyak kemungkinan yang kita tidak pernah tahu

Dari pengalaman yang kualami,aku mulai belajar bahwa berharap hanya kepada manusia hanya akan menimbulkan kekecewaan saja.Pemikiran yang apatis?aku rasa tidak kawan.Karena tidak setiap manusia memiliki pola pikir yang sama dengan kita.Karena manusia tidak memiliki kemampuan untuk memenuhi harapan kita.
Ikon demokrasi Myanmar,Aung San Suu Kyi pernah mengatakan.." Jika anda memutuskan melakukan sesuatu,jangan sebut itu sebagai pengorbanan,karena tidak ada seorangpun yang memaksa anda melakukannya.."

Ya,tidak pernah ada orang memaksa kita untuk berbuat baik kepada orang lain,jikapun kita berbuat baik janganlah itu kita hiperbolik dengan kata "pengorbanan".Menolong ya menolong,selesai.Jangan biarkan pemikiran kita mengembara bahwa suatu saat kita akan ditolong orang tersebut.Dengan kata lain berharap atau menuntut balas budi atau sekedar berharap ucapan "terimakasih"

Mengapa bisa begitu?Karena sesungguhnya saat kita berbuat baik kepada orang lain,sesungguhnya kita tidak sedang bertransaksi kebaikan dengan orang tsb.,tapi dengan Allah swt.Sedangkan orang yang kita tolong hanyalah media dari Allah swt untuk kita berbuat kebaikan.Dan ingat kawan,tidak ada satupun perjanjian yang mengikat antara sesama manusia untuk membalas setiap kebaikan yang sudah dilakukan.Jika kita menolong orang lain,tidak pernah ada hukum ataupun undang-undang yang menyatakan bahwa orang tsb harus membalasnya kepada kita jika kita membutuhkan bantuannya.Tidak pernah ada paksaan orang lain berbuat baik ataupu membalas kebaikan kepada kita,seperti halnya tidak ada paksaan kita berbuat baik kepada orang lain.Semua tergantung bagaimana kita memandang nilai kehidupan itu sendiri.Ngerti pora son?

Akan tetapi kawan,hanya Allah swt lah yang memberikan jaminan kepada kita bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan akan mendapat balasannya,bahkan bisa lebih dari yang sudah kita lakukan.(QS Al Baqarah 245,261).Wow..sekali lagi Islam memberikan solusinya dengan brilian!.lewat kitabNya.Allah swt seolah membuat perjanjian dengan kita hambaNya.
Jadi? mari kita rubah jargon barat yang menyesatkan Take and Give itu menjadi Give and Give.
Begitu selesai kebaikan itu kita tunaikan,segera potong sampai di situ keberharapan kita akan balasannya kepada orang tsb.Usahlah kita dipusingkan dengan apa yang akan di berikan orang lain kepada kita.Segera kita transaksikan (serahkan) dengan Allah swt dan biarlah Allah swt yang menghitung dengan kalkulasiNya yang jauh berbeda dengan kalkulasi manusia..Yakinlah cepat atau lambat balasan Allah akan menghampiri kita meskipun mungkin dalam bentuk yang berbeda,atau bahkan mungkin melebihi ekspektasi kita.Bukankah hanya Dia yang seringkali selama ini memberi kita tanpa pernah kita meminta?jadi yakinlah.

Dengan keyakinan itu kita bisa terbebas dari pengharapan yang sia-sia kepada sesama manusia.Kita akan terbebas dari rasa kecewa yang dangkal,yang pada akhirnya akan memperbaiki kualitas keimanan dan hidup kita.Sulit?pasti kawan,karena mungkin kita tidak terbiasa,tapi tidak ada salahnya kita membiasakannya dari sekarang?

Adapun masalah orang tsb tidak tahu terimakasih atau apapun,biarlah itu menjadi urusan dia sendiri dengan Allah swt.Karena sesungguhnya saat itulah Allah memberi contoh kepada kita tentang sebuah sikap yang tidak pantas untuk kita tiru.Jika kita mengeluh bahkan memakinya,lantas apa bedanya kita dengan dia?

Begitulah kawan..jika kita masih terpenjara akan rasa berharap kepada manusia,maka kita akan terpenjara rasa kecewa yang tidak berujung jika semua tidak sesuai harapan.Maka yang keluar adalah mengeluh,caci maki,mengungkit kebaikan.Yang semuanya tidak akan memberi solusi apapun atas permasalahan kita,bahkan membuat nilai ibadah kita terhadap mereka menjadi berkurang atau hilang.Karena sebenarnya di saat orang lain yang pernah kita tolong tidak mengucapkan terimaksih,tidak membalas kebaikan kita bahkan menipu sebenarnya saat itulah Allah swt menguji kadar keikhlasan kita yang mungkin pernah kita ucapkan sendiri.

Biarlah kebaikan yang sudah kau lakukan menjadi urusan antara kau dan Allah swt


 Wallahuallam












Kamis, 26 Mei 2011

APA KABAR WAHAI DIRIKU? (RENUNGAN 32 TAHUN)

Apa kabar wahai diriku?.Lama nian tak pernah kau tengok aku,hati nuranimu.Selama ini engkau terlalu sibuk dengan duniawimu.Berangkat kerja ketika hari masih gelap,pulang saat matahari sudah tenggelam,lalu beristirahat untuk esok.Sedang aku tergopoh-gopoh menyertaimu agar kau tak pernah terpeleset dalam jebakannya.
32 tahun aku mendampingimu,tapi kadang aku masih tak pernah mengerti dengan apa yang engkau lakukan di dunia.
280.704 jam aku tak pernah pergi darimu,tapi kau selalu berusaha menjauhi aku.Apa salahku?aku hanya berusaha mengatakan yang benar itu benar,dan yang salah itu salah.Tapi kau selalu mengatakan dan berbuat sebaliknya.Ah andai ibumu tahu kau akan begini mungkin ia akan menyesal telah melahirkanmu.

Ibumu?Seorang wanita perkasa yang telah mempertaruhkan nyawanya hanya untuk mengantarmu melihat dunia.Menemanimu dan mengajarimu berloncatan,berbicara dan bersikap di waktu kecilmu,sudahkah kau tengok ia di tengah sakitnya?paling tidak doakanlah ia di dalam sujud-sujudmu,seperti ia dulu selalu berdoa untukmu tanpa kau ketahui.
Bagaimana dengan almarhum bapakmu?seringkah kau kirim doa untuknya?.Aku tahu sejak kecil kau tak pernah merasakan kasih sayang yang utuh dari bapakmu?tapi apakah itu bisa menjadi alasan mu untuk melupakan bapakmu,sedangkan engkau kini juga sudah menjadi seorang bapak?Bukankah kau kini sudah menyadari bahwa tanpa bapakmu kau tak akan pernah berdiri di dunia ini dan kau tak akan menjadi seorang bapak!

Hei..!!bagaimana kabar orang tua angkatmu? yang sudah mendidikmu,mengenalkanmu kepada Allah dan RasulNya,dan mengantarkanmu ke gerbang dewasa?,meski sedikit tengoklah mereka lewat percakapan telepon.Meski engkau jauh dan sibuk ,sempatkanlah.

Kau tak akan tumbuh dewasa tanpa asuhan mereka.Kau tak akan menjadi manusia yang mengerti salah dan benar,baik dan buruk tanpa didikan mereka.Betapa mereka berdua sudah menyisihkan waktu,ilmu dan tenaganya kepada engkau yang sebenarnya bukan siapa-siapa bagi mereka.Mereka sudah memberikan hal-hal yang tak akan pernah bisa kau balas dengan apapun

Ingatkah engkau wahai diriku,ketika ibu asuh asuhmu mengajarimu satu demi satu huruf hijaiyah setiap selesai magrib di waktu kamu masih kecil?atau teriakan bapak asuhmu yang selalu membangunkanmu ketika subuh bergema?.Atau juga ketika ibu asuhmu selalu memarahimu jika tugasmu tidak pernah beres?

Apakah kau masih ingat dengan ibu asuhmu yang pernah sampai harus menangis tersedu-sedu demi mengajarimu tentang arti sebuah kejujuran 13 tahun lalu?.Ketahuilah wahai diriku,bahwa arti dari tangisan ibu asuhmu adalah sebagai bahasa kesungguhan beliau untuk memberimu satu hal yang sangat berharga bagi perjalanan hidupmu di dunia kelak dan akhirat nantinya

.Juga sebagai ekpresi keibuan dan kasih sayang dari seorang wanita yang tidak pernah ingin engkau tergelincir dalam kehidupan ini.Karena beliau sudah membaca bahwa ada bibit sifat ketidakjujuran didirimu.Dan beliau dengan segenap jiwanya berusaha memotong bibit itu agar tidak tumbuh dan menjalar di hatimu.
17 tahun kau dalam asuhannya,dan itu bukan waktu yang sebentar dan bukan hal yang mudah bagi mereka untuk membimbing dan membesarkanmu dengan segala kenakalanmu dalam rentang waktu yang tak sebentar itu

Tahukah engkau wahai diriku,semua mereka lakukan hanya untuk memberimu bekal yang kini bisa kau nikmati.Apa yang kini kau rasakan mungkin tak akan pernah ada tanpa ada mereka di masa kecilmu.Besyukurlah padaNya dan berbuat baiklah pada kedua orang tua asuhmu.
Semua kemarahan,nasehat,hardikan,mereka di hari lalu itu semua adalah bentuk kasih sayang mereka padamu dalam perjalanan untuk mengantarmu menjadi dewasa,dan kau telah mengecap hasilnya sekarang.Aku tahu mereka tak pernah berharap apapun darimu.tapi kaulah yang harus tahu diri.Karena sebanyak apapun pena yang kau miliki tak akan pernah mampu menuliskan semua yang telah mereka berikan padamu

Atau sudahkah engkau berkirim doa kepada almarhum ibu mertuamu?.Tak kau sadarkah,anak perempuan terakhirnya telah kau bawa,setelah bertahun-tahun ia membesarkannya dan mengasuhnya?kau jauhkan anak perempuannya dari bapaknya dan saudara-saudaranya untuk kemudian kau sematkan gelar istri.

Istri?Sudahkah kau ajak istrimu menuju arah keluarga yang dicontohkan oleh agamamu?.Jikapun belum,sekarangpun belum terlambat untuk memulai,tidak ada kata terlambat untuk berbuat baik wahai diriku.Ingatlah ketika tangisnya,saudara dan kedua mertuamu ketika harus berpisah dengan anak kesayangannya demi mengikutimu menjalani kehidupan baru.Menyeberang luas lautan,ditambah perjalanan darat selama kurang lebih 7 jam menjadi bukti akan baktinya padamu
Kenanglah saat ia harus bersusah payah mengikutimu melalui jalan yang terjal dengan Zafir masih dalam kandungannya.Pandanglah wajahnya di tiap lelap tidurnya,gurat kelelahan akan selalu terpancar di rautnya demi pengabdiannya padamu sambil mengasuh Zafir.
Ingatkah engkau ketika ia mengajarimu tentang arti setia di saat nalurimu sebagai lelaki cenderung untuk mendua?.Sadarlah wahai diriku,telah banyak yang dilakukan istrimu.Dia memang bukan Khadijah yang begitu sempurna mendampingi Rasulmu.Engkaupun bukanlah Rasulullah saw yang begitu sempurna menjadi seorang suami,maka dari itu maklumilah kesalahannya.


Oh ya bagaimana si kecilmu Zafir?ah...bocah itu sangat beruntung memiliki ibu seperti istrimu,yang tidak pernah lelah menjaganya,yang begitu telaten mengasuhnya.Sudahkah kau didik ia seperti Lukman mendidik anaknya?.Aku kadang tersenyum melihat Zafir berteriak mengingatkanmu untuk sholat dengan bahasanya yang masih cadel,lalu ia mengikuti gerakanmu dan duduk di punggungmu ketika engkau sujud.
Akan kau beri bekal apa dia dalam kehidupannya?Mainan mahal atau pelajaran iman yang mewah?
Sudahkah kau tahu,ketika Rasulmu mengingatkan bahwa jaman yang akan dilalui anakmu kelak akan berbeda dengan jaman yang pernah kau lalui,sudah siapkah engkau?
Apakah engkau akan memberinya kemudahan sekarang untuk mempersulit ia kelak?atau kau akan mengajarkan kesulitan sekarang agar kelak ia mendapat kemudahan ketika menemui kesulitan.
Apa adanya ia kelak tergantung engkau dan istrimu memahatnya sekarang

Sujud?kemana lagi hilangnya tahajudmu yang dahulu selalu engkau lakukan?tak pernah lagi ku temui engkau bangun di tengah malam,kecuali hanya untuk menonton AC Milanmu berlaga.Padahal AC Milan tak pernah tahu dengan "pengorbananmu" itu.Bertahun-tahun orangtua asuhmu mengajarimu hal yang kini seolah kau lupakan.


Apa kabar wahai diriku?.Saat ini usiamu telah menunjukkan angka 32 tahun,telanjangilah dirimu untuk menjadi manusia yang lebih baikdi hari esok.Kau sudah bukan bocah yang 25 tahun lalu selalu menangis jika keinginanmu tak terpenuhi,yang harus ditakut-takuti oleh ibu asuhmu dengan jarum suntik bapak asuhmu hanya untuk mendiamkanmu dari tangismu.Engkau bukan lagi remaja 17 tahun yang selalu bimbang dalam bersikap,bukan pula seorang lelaki  yang hanya tahu menghabiskan waktu tanpa berpikir hari esok seperti 5 atau 10 tahun lalu.Engkau sudah menjadi seorang manusia,suami dan bapak yang memiliki tanggung jawab terhadap diri dan keluargamu,bebanmu semakin berat wahai diriku.

Tapi ingatkah engkau dengan tutur lembut pesan ibu asuhmu sebelum engkau berangkat merantau,mencoba mencari jati dirimu 12 tahun yang lampau? Beliau menitip pesan untukmu agar engkau selalu mengingat Allah swt,karena dimanapun engkau berada,semua masihlah bumi Allah.Tak usah takut ataupun khawatir karena Allah selalu menyertaimu,ingatkah engkau wahai diriku?

Betapa banyak daftar tugasmu sebagai manusia,anak,suami dan bapak.Tapi usah kau pikirkan itu,lakukan saja apa yang memang seharusnya kau lakukan.Terlalu banyak berpikir tidak akan menyelesaikan semua tugasmu.Karena sesuatu yang tak pernah selesai adalah sesuatu yang tak kunjung di mulai.Kau tak akan mampu menyeberangi samudra hanya dengan memandang pantainya.

Sekarang berdirilah wahai diriku sebagai seorang lelaki.Syukurilah,betapa Allah swt telah memberimu begitu banyak hal yang mungkin tak pernah kau sadari sepanjang hidupmu.Dia juga memberimu kebahagiaan yang tak pernah kau minta,yang tak akan pernah mampu kau hitung dengan angka-angka,yang mungkin lalu begitu saja dalam hidupmu.Dia memberimu cobaan hanya untuk menguji janji yang telah kau ucapkan setiap hari dalam sholatmu.


Wahai diriku,angka 32 hanya menjadi simbol dimata manusia.Angka itu tak pernah bisa menjadi kebanggaan ataupu sesuatu  jika banyak waktu yang telah kau sia-siakan.Adapun hari,bulan tahun tidak akan memberimu makna jika kau sendiri tak pernah memberikan makna itu sendiri.

Apa kabar wahai diriku? semoga esok menjadi hari yang lebih baik dari hari ini........



"Ku persembahkan tulisan ini untuk emakku,istri dan anakku tercinta,dan semua orang yang kusayangi.Terkhusus untuk Bapak dan Ibu Djoemadi Doeljadi tercinta,terimakasih dari hati yang terdalam untuk semuanya .Salam kangen dan cinta dari kami di Bontang untuk Bapak dan Ibu di Lumajang.Juga buat mas Aik,mas Mio,mas Dio terimakasih untuk masa kecil yang indah..miss u all"





Minggu, 22 Mei 2011

GRAZIE ANDREA PIRLO !

Satu lagi pemain yang menjadi salah satu alasanku untuk rela begadang tengah malam demi menonton aksinya harus pergi.Ya The Metronome,Andrea Pirlo,salah satu maestro sepakbola modern harus meninggalkan AC Milan.
Haru,bangga,sedih,kecewa bercampur aduk saat membaca berita bahwa Pirlo memilih untuk pergi setelah 10 tahun bersama Milan.

Aku mulai menggemari permainannya semenjak masih berada di Brescia dan Reggina di akhir 90 an.Tendangan bebas yahud,keeping ball yang mantap,umpan akurat dan kemampuan mencari celah di pertahanan lawan membuatku seperti mempertanyakan Inter Milan yang tak kunjung memakainya secara optimal.
Kedatangannya di AC Milan di tahun 2001 membuat aku girang bukan kepalang.Meski sulit untuk menggeser posisi Rui Costa atau Kaka tapi Carlo Ancelotti memberikannya posisi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.Sebagai deep lying playmaker,Pirlo bertugas selain memotong serangan lawan sekaligus mengalirkan bola ke lini depan.Di sinilah seperti menjadi renaisance bagi Pirlo setelah tersisa-sia di Inter Milan



Permainannya memang seperti tak terlihat di lapangan,karena Pirlo bukan pemain dengan liukan dan kecepatan maut seperti Kaka,atau setrengginas Gattuso.Karakternya yang cenderung kalem,membuat anggapan itu muncul.

Tapi saat mendapat bola dan menunggu dia akan kemana mengalirkan bola itu,akan  menjadi saat yang penuh antusias bagiku,karena arahnya yang tidak pernah bisa di tebak dan penuh kejutan.
Ingat salah satunya ketika umpannya kepada Fabio Grosso saat Italia versus Jerman di World Cup 2006?.Saat itu jika pemain lain,pasti akan segera menembak ke arah gawang mengingat posisinya yang cukup ideal.Tapi dengan cerdik dan kejelian luar biasa Pirlo malah membelokkan bola dan mengumpan ke Grosso yang berdiri bebas, tanpa di duga siapapun,dan ..gol! Menurutku itulah the best assist dari Pirlo sampai saat ini.


Atau saat secara tiba -tiba dia melepaskan tendangan kerasnya dari jarak jauh dan menjadi gol,di saat semua pemain lawan maupun kawan mengira bola akan diumpankan karena jaraknya yang masih cukup jauh dari gawang lawan?(Real Madrid vs AC Milan,penyisihan Liga Champion 2009/2010).
Itu hanya sekelumit skill yang dipersembahkan Pirlo yang kemudian semakin mempertegas julukan the metronome.

Begitu krusialnya peran Pirlo bagi Milan,seorang Demetrio Albertini (mantan pemain Milan)di tahun 2010,sampai pernah mengatakan "..jika Milan melepas Pirlo,maka Milan harus melakukan operasi plastik.".Maksudnya tanpa Pirlo,Milan harus merubah gaya permainan yang menjadi ciri Milan.Wow..!
Berlebihan?aku kira tidak.Jika saja Albertini yang notabene adalah pemain yang posisinya digantikan Pirlo,berpendapat seperti itu,berarti cukup menggambarkan pentingnya peran Pirlo bagi Milan.
Atau ketika media Italia pernah menulis "No Pirlo,No Milan".Terbayangkan arti seorang Pirlo bagi Milan?

Adapun bagiku,Pirlo ibarat David Foster-nya AC Milan,yang mampu menciptakan musik dengan irama cepat atau lambat dengan sama indahnya.Dia tahu kapan harus bermain cepat,lambat atau malah melepaskan cannon ballnya dari jarak jauh..Dia seperti illusionis lapangan hijau dengan arah umpan dan pergerakan yang tak bisa di duga arahnya.Dia seperti buah cherry di atas sebuah kue tart yang bernama AC Milan.

Mungkin satu hal yang kurang dalam diri Pirlo adalah dia tidak pernah terpilih sebagai pemain terbaik baik level eropa maupun dunia.Ingat di World Cup 2006 jumlah sebagai man of the match Pirlo lebih banyak dari pada Fabio Cannavaro yang akhirnya terpilih sebagai pemain terbaik turnamen.Padahal mengingat aksinya selama gelaran berlangsung,aku rasa Pirlo lebih pantas dari pada Cannavaro,apalagi Zidane.
Pirlo yang memecah kebuntuan ketika Italia berhadapan dengan Ghana.Umpan ajaibnya yang mengawali kemenangan atas Jerman di semifinal.Di final assistnya dari sepak pojok berhasil di sundul Materazzi untuk menyamakan kedudukan.Dia pun tidak tercoreng dengan tindakan yang seperti Zidane lakukan.Tidak terpilihnya Pirlo saat itu bagiku adalah sebuah"skandal"


Tapi lepas dari itu semua,itulah hidup.Datang dan pergi,pertemuan perpisahan,adalah sebuah siklus yang harus terjadi di alam ini.Sebelum kedatangan Pirlo,Milan pernah melakukan hal yang sama terhadap Albertini ketika di lepas ke Atletico Madrid.Tak lama kemudian Pirlo datang mengisi missink link dalam tubuh Milan,yang malah menjadi awal generasi baru bagi Milan.Dan kini giliran Pirlo yang harus meninggalkan Milan.

Menyaksikan Pirlo tanpa seragam Rossoneri setelah 10  tahun akan menjadi hal yang aneh bagiku.Apapun penyebab kepergiannya sebagai milanisti  aku tetap bangga pernah menyaksikannya berseragam merah hitam..
Scudetto dan gol luar biasa dari jarak jauh  melawan Parma adalah persembahan terakhir Pirlo buat Milan



Berikut adalah video perpisahan Pirlo dengan rekan-rekannya dalam sesi latihan terakhir Milan sebelum menghadapi Udinese


Grazie Andrea Pirlo..




Minggu, 15 Mei 2011

DIMANA LETAK KEBAHAGIAAN? (2)

Don`t Judge The Book By The Cover

1.Mei,2006
 Aku menjadi salah satu jutaan milanisti yang dipaksa menelan rasa jengkel,marah,sedih,kecewa.Semua karena ikon AC Milan,Andry Shevchenko memutuskan pindah ke Chelsea hanya demi mendapatkan gaji yang lebih besar.Tanpa Sheva Milan kehilangan pencetak gol yang handal.Terbayang sudah Milan akan kehilangan tajinya sebagai klub raksasa.
    
    Mei,2007
Aku menjadi salah satu jutaan milanisti yang bergembira atas keberhasilan AC Milan meraih piala Liga Champion,setelah mengalahkan Liverpool di final.


2.Mei,2010
 Aku menjadi salah satu dari jutaan milanisti yang kecewa,dan mengecam tindakan presiden AC Milan ketika memecat pelatihnya Leonardo.Dalam pemikiranku,Leo hanya perlu di beri waktu untuk dapat mewujudkan Milan menjadi klub yang disegani.Hanya dengan materi yang pas-pasan Leo masih bisa membawa Milan ke peringkat 3,apalagi bila di beri materi yang lebih baik lagi?.Begitulah analisaku menirukan pengamat sepak bola di televisi yang kadang terasa sok tahu.
Terlebih tak lama kemudian Milan menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Milan.Aku sedikit pesimis dengan kemampuannya menangani Milan.Apalagi saingan nya,Inter Milan ditangani oleh Rafael Benitez,pelatih dengan CV yang mengagumkan.

Mei,2011 
  Aku menjadi salah satu dari jutaan milanisti yang merayakan keberhasilan Milan meraih scudetto,setelah 7 tahun yang lalu.Dan ketika Milan meraih scudetto Rafa Benitez sudah tidak lagi melatih Inter,dia di pecat 6 bulan sebelumnya.Posisinya di gantikan Leonardo!

Ketika aku me-review kembali tentang klub favoritku AC Milan,aku seperti mendapat pelajaran berharga.Bukan tentang AC Milan,Leonardo,Sheva,Allegri,Inter maupun Benitez.Akan tetapi betapa ungkapan klise "don`t judge the book by the cover" sepertinya kembali mendapatkan pembenarannya.



.Awalnya aku merasa kecewa marah dan dongkol dengan perginya Sheva dari Milan,tapi setahun kemudian Milan malah mendapatkan gelar juara Liga Champion.Kepergian Sheva,membuat Milan mendapat ganti sepadan yaitu Kaka yang kemudian terpilih sebagai pemain terbaik dunia.
Awalnya aku ikut mengecam keputusan Berlusconi (presiden AC Milan) memecat Leonardo.Dengan berbagai argumen aku sangat yakin bahwa keputusan tsb adalah salah.Dan (dengan berbagi alasan pula) aku meragukan kemampuan Allegri dalam melatih Milan.
Tapi setahun kemudian fakta malah membuktikan hal yang sebaliknya.Milan menjuarai Serie A di bawah asuhan Allegri.
Aku juga tidak pernah memperkirakan Leo kemudian  melatih di Inter,mengingat sebelumnya jika bicara tentang Leo sama seperti membicarakan tentang Milan.Begitulah.
Lha terus dimana bukunya?


He he he mari sejenak kita renungkan.Pernahkah itu terjadi pada dirimu kawan? Dalam peristiwa yang terjadi kepada kita dan terjadi di luar kehendak kita,seringkali kita di buat "surprise".Setelah itu kita pun menganalisa dengan tafsir berdasarkan pengalaman dan logika pemikiran yang berbanding lurus dengan peristiwa tersebut.
Jika itu sebuah peristiwa baik bagi kita,maka analisa yang keluar dari otak kita adalah hal-hal yang kebanyakan positif.Begitu pula sebaliknya,jika yang terjadi adalah hal yang negatif,maka kesimpulan-kesimpulan bernada negatif pula yang akan mendominasi ruang benak kita.
Wajar.
Tapi mungkin tanpa sadar,dengan bersikap demikian itu berarti sama  pula kita bersikap arogan terhadap diri sendiri.Ibarat kita hanya menilai sebuah peristiwa hanya dari sampul luar,tanpa pernah mau menengok ke dalam terlebih dahulu. 
Seringnya kita mengalami hal tersebut,sesering itu pula kita lupa bahwa masih ada faktor X,yang menjadi penentu dari sebuah peristiwa.Wajar.

Memang kita sebagai manusia makhluk yang lemah tidak memiliki kaca benggala yang mampu melihat apa yang terjadi di balik suatu peristiwa dan apa tujuan dari peristiwa tersebut terjadi.
Tapi mungkin keadaan akan menjadi lebih baik jika kita tidak terburu-buru menilai sebuah peristiwa hanya dari awalannya.Mengapa?

Siapa sangka kepergian Sheva yang awalnya kukira menjadi musibah bagi Milan,tapi di kemudian hari malah menghilangkan ketergantungan Milan kepadanya.Dan Milan menemukan pengganti yang tidak pernah ku kira sebelumnya,yaitu Kaka yang di sulap menjadi striker bayangan.Milan pun meraih liga Champion tanpa Sheva.


Sampul awal peristiwa,hanya menjadi lembar pertama dari lembar-lembar berikutnya,yang kita tidak pernah tahu bagaimana isinya.Yang bisa kita lakukan hanya mencoba "menjalani dan menikmati" lembar-lembar berikutnya dengan tetap berpikiran positif,dan bersabar untuk membaca lembar berikutnya.Biarlah sampul awal segera menjadi sejarah.Mencurigai lembar selanjutnya (hanya karena sampul yang buruk) sama dengan mencurigai Allah swt,memangnya siapa kita? ini yang tidak wajar..

Seperti yang di ucapkan Master Oogway dalam salah satu dialognya di film Kungfu Panda.."..yesterday is history,tomorrow is a mistery but today is a gift,that`s why it called a present.." .

Ya kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di hari esok,mereka-reka gambaran hari esok (lembar selanjutnya ) berdasarkan sampul awal hanyalah melelahkan jiwa.Jalani saja....seraya lakukan yang terbaik,karena kita di beri hidup sampai hari ini itu adalah sebuah rahmat (present) dariNya.


Jika sampul awal yang kita terima berupa kepahitan,belum tentu lembar didalamnya,karena lembar berikutnya (hari esok) adalah misteri.Begitu pula sebaliknya,jika sampul awal yang kita terima berupa kebahagiaan,belum tentu lembar-lembar berikutnya.
Yang berarti kepahitan ataupun kebahagiaan di lembar berikutnya memiliki kemungkinan terjadi yang sama besar untuk terjadi

Tapi ketika kita memiliki ilusi yang salah dari awal sebuah peristiwa,maka kita kan melangkah ke arah yang salah untuk menyelesaikan sampai bab terakhir.

Wallahualam 
  


"Yang bisa membuat engkau berbahagia atau tidak bukanlah apa yang engkau miliki,siapa engkau,dimana engaku berada,atau apa yang engkau lakukan.Tapi yang membuat engkau bahagia atau tidak adalah apa yang engkau pikirkan"

(Dale Carnegie)









Minggu, 08 Mei 2011

DIMANA LETAK KEBAHAGIAAN?

Kemarin salah satu atasanku bertanya kepadaku.."nif.dimana sih sebenarnya letak kebahagiaan itu?","memang kenapa bos?",aku balik bertanya.Mungkin dalam hati atasanku ngedumel.."ini orang ditanya malah balik nanya".Beliau hanya menjawab.."ga pa-pa.".

Bagi kita itu adalah sebuah pertanyaan klasik,yang sudah ada sejak kita belum dilahirkan.Ratusan bahkan mungkin ribuan psikolog,filsuf,pakar motivator sudah dibuat sibuk oleh pertanyaan satu ini.Mereka pun sibuk merumuskan jawaban sesuai dengan keahlian masing-masing.

Pertannyaan itu pula yang mengingatkanku pada cerita si kecilku,Zafir beberapa hari lalu.Dimana batin dan pemikiran seorang bocah adalah simbol kejujuran yang murni,apa adanya,tanpa pemanis kata,tanpa topeng,tanpa tedeng aling-aling.Semuanya masih bersih,belum terkontaminasi hiruk pikuknya dunia dan permasalahannya.Setuju?harus setuju! 

Selama Zafir lahir sampai sekarang berusia 20 bulan,aku memang jarang sekali mengajaknya pelesir ke tempat-tempat wisata,ke mal mal yang ada taman bermain bagi anak-anak,apalagi ke tempat bermain yang mewah.Mainannyapun hanya mainan buatan china yang murah meriah,gampang rusak.Itupun aku hanya sesekali membelikannya.Bukan karena pelit,ataupun males,tapi karena aku sendiri harus berusaha keras untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga kecilku,hingga kadang meski hari libur (alhamdulillahirobbilalamin),aku harus masuk kerja untuk cari penghasilan tambahan.

Seingatku aku hanya sekali membawanya ke sebuah mal mewah di kota Samarinda,itupun karena zafir sempat harus berobat ke sana,jadi sekalian mampir. Zafir nampak kegirangan saat kuajak ke tempat bermain anak-anak .Dia nampak puas menikmati semua fasilitas permainan yang ada di situ.Tapi setelah itu tidak pernah lagi.


Setelah itu hanya odong-odong keliling  mainan termewah yang bisa dia rasakan,berbekal 3000 rupiah,sudah cukup untuk membuat dia bahagia.Itupun tidak bisa setiap hari,sekali lagi karena waktu dan jatah uang belanja yang terbatas.Alhamdulillah,Zafir pun tidak pernah protes,paling kalo lama tidak bertemu dengan mainan favoritnya dia hanya ngoceh.."naik odo bapak..",(tanpa "ng") kalaupun aku tidak bisa memenuhi keinginannya dia akan kembali ke mobil-mobilan dari chinanya.


Disisi lain anak temanku,sebut saja namanya A (cewek),selalu mendapat fasilitas permainan mewah.Pergi ke mal adalah hal biasa baginya,mendapat mainan mahal sudah lumrah,bahkan sampai bertumpuk.Kadang kalo kita bertemu,pernah temanku menyindirku dengan ngomong pada Zafir.."main ke rumahnya adik A mas zafir,di sana lebih banyak mainannya,disana mainannya ga ada yang manual semua bagus-bagus mas zafir.."dasar bocah,zafir hanya cuek menanggapinya.Aku sendiri hanya tersenyum mendengar sindiran tadi.


Suatu ketika ibu si A bercerita,bahwa A pernah berhari-hari ngambek berhari-harisampai sakit panas.Semua karena A pernah minta dibelikan mainan mahal,dan orang tuanya belum bisa memenuhi keinginannya karena stok yang ada masih rusak,masih belum datang stok baru.Setelah datang stok baru,ibunya langsung membelikannya.Lalu seperti sulap,si A langsung sembuh dari panasnya dan tidak ngambek lagi.


Disaat yang hampir bersamaan zafir jadi sering bilang sama ibunya.."naik odo ibu.."(masih tanpa "ng").Tapi karena kesibukanku aku masih belum sempat mengantarnya.Alhamdulillah Zafir seperti memaklumi kalau bapaknya ini orang yang sibuk,dia tidak pernah bersikap rewel karena keinginannya belum terpenuhi.
Ketika ada waktu aku langsung mengantarnya ke mainan favoritnya itu.Begitu melihat odong-odong matanya langsung berbinar,lalu berteriak histeris "odoooo..".(sekali lagi masih tanpa "ng").Seperti Indiana Jones bertemu harta karun,begitu lah ekspresinya.


Dari cerita diatas aku jadi teringat pertanyaan bosku tadi.Dimana letak kebahagiaan itu?.Sorry bos,aku baru bisa menjawab sekarang pertanyaan anda,semoga memuaskan.
Insya Allah kebahagian itu terletak di hati kita (ya iyalah masak di dengkul?).
Bukan begitu kawan.,tapi jika kita mau merenungkan,sebenarnya hal yang membuat kita seolah di jauhi kebahagiaan adalah pemikiran dan hati kita.Kok bisa?Lantas apa hubungannya dengan cerita 2 bocah tadi? Tidak ada! he he he.


Mari kita cermati.Bocah A,ketika dia tidak bisa segera mendapatkan mainannya (di sini kita representasikan mainan sebagai kebahagiaan bagi si bocah) dia berontak pada keadaan.Ngambek pada orang tuanya,bahkan sampai sakit panas.Di sisi lain Zafir,ketika aku tidak bisa dengan segera mengantarkan dia naik odong-odong,dia tidak pernah protes (alhamdulillah).Dia segera beralih pada mainannya yang ada,dan dia tetap enjoy.


Disinilah kita melihat dua sikap dan pemikiran yang berbeda dalam menyikapi keadaan yang ada.Si A memilih untuk berperang demi mendapatkan kebahagiaan,tanpa mau tahu dengan keadaan yang sedang terjadi,bahkan sampai harus merugikan dirinya sendiri (sakit panas).Sedangkan Zafir memilih untuk bersikap mengkompromikan antara keadaan dan keinginannya,dengan tetap merasa bahagia dengan mainan yang ada.
Itulah yang terkadang terjadi pada diri kita.Berarti kebahagiaan itu berarti sikap kompromi?ya,salah satunya.Berdamai dengan hati adalah salah satu letak kebahagiaan.Tidak kita pungkiri,seringkali kita temui keadaan yang tidak sesuai dengan harapan kita.Adalah manusiawi jika kita marah,jengkel,bahkan sedih.Untuk melarutkan keadaan tersebut dalam hati kita adalah dengan bersikap kompromi terhadap diri kita,yaitu dengan tetap memandang positif.

Bagaimana bisa hal yang buruk harus dikompromikan untuk menjadi baik,bukankah itu sebuah skandal? hey..kita tidak sedang bicara politik praktis kawan.Yang kita bicarakan adalah manusia,makhluk dengan sejuta emosi dan pemikiran.Manusia bisa menjadi makhluk paling mulia dengan menggunakan emosi dan pemikiran pada tataran yang benar,tapi sekejap itu pula manusia bisa menjadi makhluk yang lebih rendah dari binatang jika emosi dan pemikiran dibiarkan berkembang liar.

Kembali ke pokok tulisan,seringkali kita menetapkan standar kebahagiaan dalam pemikiran kita.Tanpa kita sadari terkadang standar itu membatasi kita untuk dapat melihat kebahagiaan yang sudah ada,yang bahkan terkadang tidak dimiliki dan diinginkan oleh orang lain.Kita jadi terbelenggu oleh standar yang kita buat sendiri.

Bocah A memiliki standar kebahagiaan yang berbeda dengan Zafir.Ketika standar tersebut belum mampu terlampaui maka yang ada adalah pemberontakan terhadap diri sendiri dan sekitarnya.Sedangkan Zafir ketika standar kebahagiaannya belum mampu terjangkau dia memilih untuk menatap ke kebahagiaan yang sudah ada.Meski begitu Zafir tidak pernah menyerah untuk menagih kebahagiannya.."bapak.naik odo.." lagi-lagi tanpa "ng".


Dari sini kita bisa melihat bahwa letak kebahagiaan itu adalah relatif.Dia akan selalu ada jika kita mampu menyikapi keadaan dengan arif.Tapi dia juga tidak akan pernah kita temui jika kita selalu salah menilai keadaan.Tapi pada intinya kebahagiaan itu ada dalam hati dan pemikiran kita yang akan melahirkan sikap yang tepat.
  
Memang alam pemikiran kita sangat jauh berbeda dengan kedua bocah tadi,tapi betapa seringkali Allah swt memberi kita pelajaran lewat sesuatu yang mungkin bagi kita adalah hal remeh.Tergantung kita mau atau tidak memahami pelajaran yang diberikan olehNya
Kalaupun aku mengambil contoh dari anakku sendiri dengan perbandingan anak orang lain,bukan aku bermaksud ujub,pamer dan menganggap anakku lebih baik dari anak orang lain,sama sekali tidak.Masih kuperlukan ribuan jam untuk dapat memahat aqidah dan akhlak Zafir menjadi manusia yang sesuai dengan apa yang diajarkan agama.


Wallahuallam.


"Tidak ada hal yang buruk yang datang dari Allah swt.Hanya ketidakmampuan manusia memahami misteri otoritas kehendakNya yang melahirkan kesalahpahaman".


(Muhammad Ibnu Jabir Ibnu Sinan al Battani)




















Minggu, 01 Mei 2011

PLURALITAS DAN PLURALISME,SERUPA TAPI TAK SAMA

 Pluralisme Dalam Pluralnya Agama

Beberapa hari setelah memposting tulisan saya berjudul "WARNA-WARNI ISLAM',tanpa sengaja saya membaca sebuah tulisan tentang isi surat seorang tokoh pluralis Fritjof Schuon kepada Albert Ossey di tahun 1932 yang berbunyi.."..Semua jalan setapak itu berbeda-beda,namun menuju ke arah yang sama,mencari satu hal yang sama,menuju tujuan yang sama,yaitu Tuhan..".Saya jadi teringat dengan  kalimat di paragraf terakhir postingan saya tersebut yang berbunyi.."..seperti halnya pelangi yang berwarna-warni,tapi semua berawal dari titik yang sama,berangkat secara bersama menuju titik yang sama pula.."Bukankah sekilas kedua ungkapan tersebut memiliki kemiripan dalam arti?entah kebetulan atau tidak.Ditambah dengan judul postingan yang mirip dengan tag iklan propaganda tentang pluralisme milik JIL yang pernah tayang di televisi beberapa tahun lalu yaitu ISLAM WARNA-WARNI,membuat saya tergelitik untuk kembali menulis.

Perkembangan pluralisme di era sekarang kian pesat,hampir semua media yang menjadi santapan jutaan masyarakat Indonesia gencar mempropagandakan gerakan pluralisme baik secara terselubung maupun terang-terangan.Di sisi lain perkembangan itu menimbulkan sebersit kekhawatiran pada diri saya.Yang menjadi kekhawatiran saya pribadi adalah bagaimana wujud generasi mendatang bila paham pluralisme merasuki otak mereka?
Sebenarnya sejak saya sekolah SD,kira-kira 20 tahun lalu paham ini sudah diajarkan di sekolah-sekolah (silakan di lihat di postingan saya berjudul ISLAM DI INDONESIA DALAM AGRESI KAUM SEPILIS,Maret).Menandakan tuanya masa edar paham ini di Indonesia.Hanya saja saat itu pergerakannya tidaklah sedahsyat era sekarang.Media televisi maupun media massa masih tidaklah sesubur sekarang.Tekhnologi yang ada belum begitu mendukung.Semua informasi yang mengalir ke masyarakat tidaklah sederas sekarang.Semua masih serba terbatas.
Begitu gong era reformasi di tabuh sekitar tahun 1998,maka perlahan-lahan paham ini mulai berani muncul ke permukaan lewat ormas-ormas,lembaga pendidikan,media massa (koran,radio,televisi),kebudayaan,maupun lewat media dunia maya.Pokoknya paham ini berusaha memasuki tempat -tempat strategis yang gampang di akses masyarakat.

Yang menjadi gula-gula bagi paham ini salah satunya adalah bahwa pluralisme itu paham yang menghormati agama lain.Ini yang menjadi magnet bagi banyak kalangan untuk menyetujui paham ini dan mengajarkannya.Padahal setelah ungkapan "menghormati agama lain" masih ada terusannya yaitu "mengakui kebenaran semua agama".Dengan begitu setiap agama yang tentunya memiliki perbedaan teknis baik dalam ritual maupun ajarannya,menjadi serba relatif.Tidak ada kebenaran mutlak bagi setiap agama.Yang juga berarti setiap kitab suci semua agama (yang berfungsi sebagai panduan dan identitas dalam beragama) menjadi serba absurd,karena tidak semua konsep beragama yang berlaku di setiap kitab suci sama adanya,tetapi dipaksa untuk sama dan sama benarnya. Sedangkan teknis maupun ajaran yang berbeda dari setiap agama hanyalah cara yang berbeda dalam mengekspresikannya menuju kebenaran yaitu Tuhan.Begitulah garis besarnya.

Sampai di titik ini lah yang menjadi awal kegelisahan saya.Jika generasi anak-anak kita terasuki  pemikiran yang pluralis (naudzubillahimindalik),bisa jadi mereka akan selalu memperdebatkan tentang Tuhan,mengapa Tuhan di setiap agama yang memiliki konsep keTuhanan yang berbeda tetapi di anggap semuanya sama dan benar?Dimana letak kebenarannya jika tiang-tiang dan fondasi semua agama sangat berbeda tapi dianggap sama dan benar?.Kegelisahan yang lebay?mungkin,tapi jika melihat paham ini bangkit kembali setelah sempat mati suri bukan tidak mungkin di masa depan paham ini menjadi ideologi baru bagi generasi mendatang.
Titik kegelisahan selanjutnya adalah betapa paham ini kini juga di gandrungi oleh mereka yang notabene adalah pemimpin-pemimpin agama yang memiliki masa dan memiliki pengaruh kuat terhadap massanya.Dengan begitu paham ini seolah memiliki legalitas yang kuat di setiap agama,yang kemudian berpengaruh terhadap para penganutnya.Menjadikan paham ini memiliki power lebih dan seperti menemui jalan tol untuk menyebar ke  setiap umat.

Salah satu yang menjadi alasan bagi kaum pluralis untuk tetap mendakwahkan paham pluralisme adalah untuk menciptakan dan menjaga situasi kondusif karena kondisi bangsa Indonesia yang plural sehingga rentan digoyang permasalahan yang berbau SARA.Klaim kebenaran mutlak terhadap satu agama cenderung menimbulkan gesekan antar umat beragama,melahirkan radikalisme,penindasan, yang semuanya atas nama agama.Yang kesemuanya berpotensi merontokkan sendi-sendi Bhineka Tunggal Ika.Untuk itu pluralisme hadir sebagai penawar ataupun benteng bagi setiap kemungkinan timbulnya kemungkinan-kemungkinan tersebut.Atau dengan kata lain pluralisme untuk pluralitas.

Hmm...menurut saya ini adalah alasan yang terkesan mengada-ada.Meskipun saya tidak pernah mempelajari agama lain,tapi saya yakin setiap agama pasti mengajarkan kepada umatnya untuk saling menghormati dan menghargai sesama manusia,sehingga tanpa adanya ajaran pluralismepun manusia akan tetap hidup rukun jika mereka mengamalkan ajaran agama masing-masing dengan benar.
Di lain sisi penyamaan antara pluralisme dan pluralitas adalah sesuatu yang rancu menurut saya.Plural berarti beragam ,dimana dalam bahasa Indonesia kata yang berakhiran "isme" berarti adalah sebuah ide/paham,dimana dalam pluralisme berati kurang lebih sebuah paham yang mengakui kesamaan semua agama.Sedangkan akhiran"itas" dalam bahasa Indonesia adalah situasi atau kondisi,yang artinya pluralitas adalah sebuah kondisi atau situasi dalam kehidupan sosial,dimana dalam makna yang lebih dalam berarti pengakuan atas wujud keberagaman dalam masyarakat.
Bila ditarik ke ranah agama bisa diartikan pluralitas adalah pengakuan atas adanya keberagaman agama yang ada di dalam masyarakat.Sedangkan pluralisme agama adalah faham yang mengakui kesamaan dan kebenaran semua agama yang ada.

Sebagai seorang yang awam dalam ilmu pemikiran agama,saya hanya bersandar pada pemikiran sederhana saya saja.Tapi satu hal yang saya yakini,pluralisme untuk pluralitas adalah konsep yang yang akan mengacaukan konsep keTuhanan yang sudah baku bagi semua agama.Menjadikan penganut beragama selalu dalam keragu-raguan.Identitas agama menjadi kabur.


Menurut kaum pluralis,adalah hal yang bertentangan dengan keadilan dan kehendak Tuhan jika hanya satu saja agama di dunia yang dianggap benar,dan tidak mengakui kebenaran agama lain.Padahal Tuhan menciptakan manusia dalam keadaan yang plural dan selama ribuan tahun umat manusia mencari jalan keselamatan lewat agama-agama yang diyakininya.Jika hanya satu agama yang benar menurut Tuhan,mengapa Tuhan "menciptakan" banyak agama?.Tidak adil bukan?
Jadi bisa dikatakan bahwa Tuhan sengaja menciptakan pluralisme sebagai jawaban atas pluralnya umat manusia.Juga sebagai bentuk atas keadilan Tuhan.Semua agama yang ada hanya jalan yang berbeda menuju satu tujuan yang sama,yaitu Tuhan.
Oleh karenanya semua agama itu benar dan bisa diikuti.Memeluk dan beriman kepada satu agama dan mengamalkan ajarannya berarti sama dengan memeluk dan mengimani semua agama yang ada.Itulah salah satu konsep pluralisme yang di fatwakan oleg Sayed Hussein Nasr.


Tapi menurut pemikiran sedehana saya,konsep pluralisme adalah konsep yang melecehkan Tuhan secara halus.Konsep ini malah menentang keadilan dan kebijakan Tuhan.
Jika pluralisme adalah bentuk keadilan Tuhan,maka akan kita temui banyak tanda tanya dalam aplikasinya.Mengapa Tuhan harus menciptakan jalan yang berbeda untuk menuju Dia?.Jika Tuhan semua agama sama,mengapa umat muslim harus'menderita" dengan berpuasa sebulan penuh untuk menuju Tuhan sedangkan umat lain tidak?mengapa umat hindu harus menghentikan segala aktifitas duniawi di hari raya nyepi,sedangkan umat lain malah bersikap seperti biasa menyikapi hari raya nyepi?


Mengapa Tuhan hanya melarang umat hindu memakan daging sapi,seperti halnya Tuhan melarang umat islam memakan daging babi?.di sisi lain Tuhan tidak mempermasalahkan umat lain memakan keduanya,padahal sapi dan babi ciptaan Tuhan yang sama.Mengapa hanya umat kristiani yang di beri tahu oleh Tuhan di setiap 25 Desember adalah hari kelahirannya,sedangkan Tuhan tidak memberi umat lain hal yang sama?padahal Tuhannya sama.Mengapa Tuhan hanya memberi keistimewaan pada nabi Muhammad saw untuk bertemu Tuhan dalam Isra Mi`raj,sedangkan Buddha Sidharta Gautama tidak pernah bertemu Tuhan?.Mengapa hanya umat muslim yang di beri tahu oleh Tuhan tentang nominal harta yang harus dikeluarkan untuk zakat,sedangkan umat lain tidak pernah?.Dan masih banyak yang lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan tadi apakah sebagai bentuk keadilan dan kebijakan dari Tuhan yang sama seperti yang di yakini kaum pluralis?jika"ya",berarti Tuhan bersikap diskriminatif pada satu umat terhadap umat yang lainnya karena tidak pernah memberi standar jalan yang sama.Justru ini yang bertentangan dengan keadilan Tuhan.

Memang adil bukan berarti sama,tapi jika Tuhan semua agama sama mengapa jalan yang diciptakan Tuhan untuk menuju Dia berliku bagi satu agama,tapi tidak bagi agama lainnya?mengapa ada keitimewaan bagi satu agama tapi tidak bagi agama lainnya?apakah ini tidak
justru bisa menimbulkan kecemburuan antara umat beragama,bisa-bisa mereka akan menggugat Tuhan,karena walau bagaimanapun manusia yang majemuk pasti dipenuhi dengan pemikiran yang berbeda juga.Apakah Tuhan tidak mengetahui hal ini?mustahil bukan?


Saya pribadi menduga disinilah letak kelemahan paham pluralisme untuk pluralitas.Untuk itu mereka menggandengkan  pluralisme dengan liberalisme dan sekulerisme agama,untuk memperkuat argumen tentang pluralisme.Dengan bersatunya tiga paham tersebut maka akan saling menguatkan satu sama lain.Padahal dengan bersatunya ketiga paham tersebut cenderung mengantarkan manusia menjadi makhluk yang tidak berTuhan.


Memang jika di telaah semua agama memiliki inti ajaran yang sama,yaitu hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhannya,dan hubungan horisontal antara sesama manusia.Lewat ajaran tentang hubungan antara sesama manusia lah Tuhan memberi jawaban atas keberagaman beragama,yaitu pluralitas,bahwa setiap agama mengakui kebenaranan keunggulan agama masing-masing dan tidak mengakui kebenaran agama lain,tapi dengan tetap bersikap menghargai dan menghormati agama lain,sebagai bentuk pengakuan adanya agama yang berbeda.


Wallahualam