Don`t Judge The Book By The Cover
1.Mei,2006
Aku menjadi salah satu jutaan milanisti yang dipaksa menelan rasa jengkel,marah,sedih,kecewa.Semua karena ikon AC Milan,Andry Shevchenko memutuskan pindah ke Chelsea hanya demi mendapatkan gaji yang lebih besar.Tanpa Sheva Milan kehilangan pencetak gol yang handal.Terbayang sudah Milan akan kehilangan tajinya sebagai klub raksasa.
Mei,2007
Aku menjadi salah satu jutaan milanisti yang bergembira atas keberhasilan AC Milan meraih piala Liga Champion,setelah mengalahkan Liverpool di final.
2.Mei,2010
Aku menjadi salah satu dari jutaan milanisti yang kecewa,dan mengecam tindakan presiden AC Milan ketika memecat pelatihnya Leonardo.Dalam pemikiranku,Leo hanya perlu di beri waktu untuk dapat mewujudkan Milan menjadi klub yang disegani.Hanya dengan materi yang pas-pasan Leo masih bisa membawa Milan ke peringkat 3,apalagi bila di beri materi yang lebih baik lagi?.Begitulah analisaku menirukan pengamat sepak bola di televisi yang kadang terasa sok tahu.
Terlebih tak lama kemudian Milan menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Milan.Aku sedikit pesimis dengan kemampuannya menangani Milan.Apalagi saingan nya,Inter Milan ditangani oleh Rafael Benitez,pelatih dengan CV yang mengagumkan.
Mei,2011
Aku menjadi salah satu dari jutaan milanisti yang merayakan keberhasilan Milan meraih scudetto,setelah 7 tahun yang lalu.Dan ketika Milan meraih scudetto Rafa Benitez sudah tidak lagi melatih Inter,dia di pecat 6 bulan sebelumnya.Posisinya di gantikan Leonardo!
Ketika aku me-review kembali tentang klub favoritku AC Milan,aku seperti mendapat pelajaran berharga.Bukan tentang AC Milan,Leonardo,Sheva,Allegri,Inter maupun Benitez.Akan tetapi betapa ungkapan klise "don`t judge the book by the cover" sepertinya kembali mendapatkan pembenarannya.
He he he mari sejenak kita renungkan.Pernahkah itu terjadi pada dirimu kawan? Dalam peristiwa yang terjadi kepada kita dan terjadi di luar kehendak kita,seringkali kita di buat "surprise".Setelah itu kita pun menganalisa dengan tafsir berdasarkan pengalaman dan logika pemikiran yang berbanding lurus dengan peristiwa tersebut.
Jika itu sebuah peristiwa baik bagi kita,maka analisa yang keluar dari otak kita adalah hal-hal yang kebanyakan positif.Begitu pula sebaliknya,jika yang terjadi adalah hal yang negatif,maka kesimpulan-kesimpulan bernada negatif pula yang akan mendominasi ruang benak kita.
Wajar.
Tapi mungkin tanpa sadar,dengan bersikap demikian itu berarti sama pula kita bersikap arogan terhadap diri sendiri.Ibarat kita hanya menilai sebuah peristiwa hanya dari sampul luar,tanpa pernah mau menengok ke dalam terlebih dahulu.
Seringnya kita mengalami hal tersebut,sesering itu pula kita lupa bahwa masih ada faktor X,yang menjadi penentu dari sebuah peristiwa.Wajar.
Memang kita sebagai manusia makhluk yang lemah tidak memiliki kaca benggala yang mampu melihat apa yang terjadi di balik suatu peristiwa dan apa tujuan dari peristiwa tersebut terjadi.
Tapi mungkin keadaan akan menjadi lebih baik jika kita tidak terburu-buru menilai sebuah peristiwa hanya dari awalannya.Mengapa?
Siapa sangka kepergian Sheva yang awalnya kukira menjadi musibah bagi Milan,tapi di kemudian hari malah menghilangkan ketergantungan Milan kepadanya.Dan Milan menemukan pengganti yang tidak pernah ku kira sebelumnya,yaitu Kaka yang di sulap menjadi striker bayangan.Milan pun meraih liga Champion tanpa Sheva.
Sampul awal peristiwa,hanya menjadi lembar pertama dari lembar-lembar berikutnya,yang kita tidak pernah tahu bagaimana isinya.Yang bisa kita lakukan hanya mencoba "menjalani dan menikmati" lembar-lembar berikutnya dengan tetap berpikiran positif,dan bersabar untuk membaca lembar berikutnya.Biarlah sampul awal segera menjadi sejarah.Mencurigai lembar selanjutnya (hanya karena sampul yang buruk) sama dengan mencurigai Allah swt,memangnya siapa kita? ini yang tidak wajar..
Seperti yang di ucapkan Master Oogway dalam salah satu dialognya di film Kungfu Panda.."..yesterday is history,tomorrow is a mistery but today is a gift,that`s why it called a present.." .
Ya kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di hari esok,mereka-reka gambaran hari esok (lembar selanjutnya ) berdasarkan sampul awal hanyalah melelahkan jiwa.Jalani saja....seraya lakukan yang terbaik,karena kita di beri hidup sampai hari ini itu adalah sebuah rahmat (present) dariNya.
Jika sampul awal yang kita terima berupa kepahitan,belum tentu lembar didalamnya,karena lembar berikutnya (hari esok) adalah misteri.Begitu pula sebaliknya,jika sampul awal yang kita terima berupa kebahagiaan,belum tentu lembar-lembar berikutnya.
Yang berarti kepahitan ataupun kebahagiaan di lembar berikutnya memiliki kemungkinan terjadi yang sama besar untuk terjadi
Tapi ketika kita memiliki ilusi yang salah dari awal sebuah peristiwa,maka kita kan melangkah ke arah yang salah untuk menyelesaikan sampai bab terakhir.
Wallahualam
"Yang bisa membuat engkau berbahagia atau tidak bukanlah apa yang engkau miliki,siapa engkau,dimana engaku berada,atau apa yang engkau lakukan.Tapi yang membuat engkau bahagia atau tidak adalah apa yang engkau pikirkan"
(Dale Carnegie)
1.Mei,2006
Aku menjadi salah satu jutaan milanisti yang dipaksa menelan rasa jengkel,marah,sedih,kecewa.Semua karena ikon AC Milan,Andry Shevchenko memutuskan pindah ke Chelsea hanya demi mendapatkan gaji yang lebih besar.Tanpa Sheva Milan kehilangan pencetak gol yang handal.Terbayang sudah Milan akan kehilangan tajinya sebagai klub raksasa.
Mei,2007
Aku menjadi salah satu jutaan milanisti yang bergembira atas keberhasilan AC Milan meraih piala Liga Champion,setelah mengalahkan Liverpool di final.
2.Mei,2010
Aku menjadi salah satu dari jutaan milanisti yang kecewa,dan mengecam tindakan presiden AC Milan ketika memecat pelatihnya Leonardo.Dalam pemikiranku,Leo hanya perlu di beri waktu untuk dapat mewujudkan Milan menjadi klub yang disegani.Hanya dengan materi yang pas-pasan Leo masih bisa membawa Milan ke peringkat 3,apalagi bila di beri materi yang lebih baik lagi?.Begitulah analisaku menirukan pengamat sepak bola di televisi yang kadang terasa sok tahu.
Terlebih tak lama kemudian Milan menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Milan.Aku sedikit pesimis dengan kemampuannya menangani Milan.Apalagi saingan nya,Inter Milan ditangani oleh Rafael Benitez,pelatih dengan CV yang mengagumkan.
Mei,2011
Aku menjadi salah satu dari jutaan milanisti yang merayakan keberhasilan Milan meraih scudetto,setelah 7 tahun yang lalu.Dan ketika Milan meraih scudetto Rafa Benitez sudah tidak lagi melatih Inter,dia di pecat 6 bulan sebelumnya.Posisinya di gantikan Leonardo!
Ketika aku me-review kembali tentang klub favoritku AC Milan,aku seperti mendapat pelajaran berharga.Bukan tentang AC Milan,Leonardo,Sheva,Allegri,Inter maupun Benitez.Akan tetapi betapa ungkapan klise "don`t judge the book by the cover" sepertinya kembali mendapatkan pembenarannya.
.Awalnya aku merasa kecewa marah dan dongkol dengan perginya Sheva dari Milan,tapi setahun kemudian Milan malah mendapatkan gelar juara Liga Champion.Kepergian Sheva,membuat Milan mendapat ganti sepadan yaitu Kaka yang kemudian terpilih sebagai pemain terbaik dunia.
Awalnya aku ikut mengecam keputusan Berlusconi (presiden AC Milan) memecat Leonardo.Dengan berbagai argumen aku sangat yakin bahwa keputusan tsb adalah salah.Dan (dengan berbagi alasan pula) aku meragukan kemampuan Allegri dalam melatih Milan.
Tapi setahun kemudian fakta malah membuktikan hal yang sebaliknya.Milan menjuarai Serie A di bawah asuhan Allegri.
Aku juga tidak pernah memperkirakan Leo kemudian melatih di Inter,mengingat sebelumnya jika bicara tentang Leo sama seperti membicarakan tentang Milan.Begitulah.
Lha terus dimana bukunya?
He he he mari sejenak kita renungkan.Pernahkah itu terjadi pada dirimu kawan? Dalam peristiwa yang terjadi kepada kita dan terjadi di luar kehendak kita,seringkali kita di buat "surprise".Setelah itu kita pun menganalisa dengan tafsir berdasarkan pengalaman dan logika pemikiran yang berbanding lurus dengan peristiwa tersebut.
Jika itu sebuah peristiwa baik bagi kita,maka analisa yang keluar dari otak kita adalah hal-hal yang kebanyakan positif.Begitu pula sebaliknya,jika yang terjadi adalah hal yang negatif,maka kesimpulan-kesimpulan bernada negatif pula yang akan mendominasi ruang benak kita.
Wajar.
Tapi mungkin tanpa sadar,dengan bersikap demikian itu berarti sama pula kita bersikap arogan terhadap diri sendiri.Ibarat kita hanya menilai sebuah peristiwa hanya dari sampul luar,tanpa pernah mau menengok ke dalam terlebih dahulu.
Seringnya kita mengalami hal tersebut,sesering itu pula kita lupa bahwa masih ada faktor X,yang menjadi penentu dari sebuah peristiwa.Wajar.
Memang kita sebagai manusia makhluk yang lemah tidak memiliki kaca benggala yang mampu melihat apa yang terjadi di balik suatu peristiwa dan apa tujuan dari peristiwa tersebut terjadi.
Tapi mungkin keadaan akan menjadi lebih baik jika kita tidak terburu-buru menilai sebuah peristiwa hanya dari awalannya.Mengapa?
Siapa sangka kepergian Sheva yang awalnya kukira menjadi musibah bagi Milan,tapi di kemudian hari malah menghilangkan ketergantungan Milan kepadanya.Dan Milan menemukan pengganti yang tidak pernah ku kira sebelumnya,yaitu Kaka yang di sulap menjadi striker bayangan.Milan pun meraih liga Champion tanpa Sheva.
Sampul awal peristiwa,hanya menjadi lembar pertama dari lembar-lembar berikutnya,yang kita tidak pernah tahu bagaimana isinya.Yang bisa kita lakukan hanya mencoba "menjalani dan menikmati" lembar-lembar berikutnya dengan tetap berpikiran positif,dan bersabar untuk membaca lembar berikutnya.Biarlah sampul awal segera menjadi sejarah.Mencurigai lembar selanjutnya (hanya karena sampul yang buruk) sama dengan mencurigai Allah swt,memangnya siapa kita? ini yang tidak wajar..
Seperti yang di ucapkan Master Oogway dalam salah satu dialognya di film Kungfu Panda.."..yesterday is history,tomorrow is a mistery but today is a gift,that`s why it called a present.." .
Ya kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di hari esok,mereka-reka gambaran hari esok (lembar selanjutnya ) berdasarkan sampul awal hanyalah melelahkan jiwa.Jalani saja....seraya lakukan yang terbaik,karena kita di beri hidup sampai hari ini itu adalah sebuah rahmat (present) dariNya.
Jika sampul awal yang kita terima berupa kepahitan,belum tentu lembar didalamnya,karena lembar berikutnya (hari esok) adalah misteri.Begitu pula sebaliknya,jika sampul awal yang kita terima berupa kebahagiaan,belum tentu lembar-lembar berikutnya.
Yang berarti kepahitan ataupun kebahagiaan di lembar berikutnya memiliki kemungkinan terjadi yang sama besar untuk terjadi
Tapi ketika kita memiliki ilusi yang salah dari awal sebuah peristiwa,maka kita kan melangkah ke arah yang salah untuk menyelesaikan sampai bab terakhir.
Wallahualam
"Yang bisa membuat engkau berbahagia atau tidak bukanlah apa yang engkau miliki,siapa engkau,dimana engaku berada,atau apa yang engkau lakukan.Tapi yang membuat engkau bahagia atau tidak adalah apa yang engkau pikirkan"
(Dale Carnegie)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar